• Jl. Panglima Batur Barat
  • (0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
  • [email protected]
Logo Logo
  • Beranda
  • Profil
    • Overview
    • Visi & Misi
    • Struktur Organisasi
    • Tugas & Fungsi
    • Pimpinan
    • Satuan Kerja
    • Sumber Daya Manusia
  • Informasi Publik
    • Portal PPID
    • PPID Pelaksana
      • Profil PPID
      • Regulasi PPID
      • Struktur PPID
      • Laporan PPID
    • Standar Layanan
      • Maklumat Layanan
      • Waktu dan Biaya Layanan
      • Standar Pelayanan Publik
    • Prosedur Pelayanan
      • Prosedur Permohonan
      • Prosedur Pengajuan Keberatan dan Penyelesaian Sengketa
    • Agenda Kegiatan
    • Regulasi
    • Informasi Berkala
      • LHKPN
      • LHKASN
      • DIPA
      • RKAKL/ POK
      • Program Tahunan
      • Laporan Kinerja
      • Capaian Kinerja
      • Laporan Keuangan
      • Laporan Realisasi Anggaran
      • Laporan Tahunan
      • Laporan Pengendalian Internal
      • Laporan Pengaduan Masyarakat
      • Prosedur Evakuasi
      • Daftar Aset/BMN
    • Informasi Serta Merta
    • Informasi Setiap Saat
      • Daftar Informasi Publik
      • Standar Operasional Prosedur
      • Daftar Informasi Dikecualikan
      • Kerjasama
      • Rencana Strategis
    • Pengadaan Barang dan Jasa
  • Publikasi
    • Buku
    • Pedum/ Juknis
    • Infografis
    • Leaflet/Brosur
    • Prosiding/Jurnal
  • Reformasi Birokrasi
    • Manajemen Perubahan
    • Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik
    • Deregulasi Kebijakan
    • Penataan dan Penguatan Organisasi
    • Penataan Tata Laksana
    • Penataan Sistem Manajemen SDM
    • Penguatan Akuntabilitas
    • Penguatan Pengawasan
    • Whistleblower's System
Thumb
68 dilihat       29 Juni 2026

PM-AAS Dongkrak Produksi Padi hingga Tiga Kali Lipat, Mentan Pastikan Swasembada Pangan

Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan swasembada pangan berkelanjutan semakin kokoh dengan penerapan model Pertanian Modern-Advanced Agriculture System (PM-AAS). Model yang dikembangkan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas padi hingga hampir tiga kali lipat, dari rata-rata sekitar 5–6 ton menjadi minimal 10 ton bahkan mencapai 12,4 ton per hektare.

PM-AAS merupakan hasil riset dan pengujian lapangan selama hampir dua tahun. Model ini memadukan pengalaman penerapan sistem jajar legowo di Indonesia dengan praktik budidaya modern yang dipelajari di Arkansas, Amerika Serikat, serta pemanfaatan teknologi pertanian presisi yang berkembang di China.

"Setelah dua tahun kami melakukan penelitian dan pengujian di lapangan, saya semakin yakin metode ini mampu meningkatkan produksi secara signifikan. Targetnya minimal 10 ton per hektare, bahkan hasil uji lapangan sudah mencapai 12,4 ton per hektare," ungkap Mentan Amran saat memimpin Rapat Koordinasi Perluasan Pelaksanaan PM-AAS secara hybrid, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, PM-AAS dibangun di atas tiga prinsip utama, yakni optimalisasi fotosintesis tanaman melalui pengaturan jarak tanam yaitu menggunakan sistem tanam 4:1 dan sistem tanam 6:1, peningkatan populasi tanaman secara berkesinambungan (continuous planting), serta penerapan pertanian yang presisi (precision agriculture) agar penggunaan input produksi menjadi lebih efisien.

"Kalau ini diterapkan dengan benar, biaya pupuk dan air bisa jauh lebih efisien. Input turun, tetapi hasil panen meningkat. Di situlah keuntungan petani akan naik," ujar Mentan.

Menurutnya, peningkatan produktivitas menjadi kunci menjaga swasembada beras secara berkelanjutan sekaligus mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

"Kalau jajar legowo memperbaiki fotosintesis, maka sistem kontinyu meningkatkan populasi tanaman. Populasi yang biasanya sekitar 300 ribu hingga 360 ribu rumpun per hektare bisa meningkat menjadi 800 ribu sampai satu juta rumpun. Dengan populasi hampir tiga kali lipat, produksinya juga sangat masuk akal meningkat hingga mendekati tiga kali lipat," jelasnya.

Menurut Mentan Amran, peningkatan produksi harus dibarengi dengan efisiensi biaya usaha tani sehingga keuntungan petani ikut meningkat. Dengan produktivitas mencapai sekitar 10 ton per hektare dan biaya produksi yang lebih efisien, petani berpotensi memperoleh pendapatan yang jauh lebih tinggi dibandingkan pola budidaya konvensional.

"Kalau petani sudah merasakan keuntungan yang besar, mereka akan menanam dengan sendirinya. Tidak perlu lagi didorong terus-menerus karena usaha taninya sudah terbukti menguntungkan," ujarnya.

Mentan Amran menegaskan, keberhasilan PM-AAS akan menjadi salah satu indikator penting dalam pengawalan program peningkatan produksi nasional. Pemerintah juga menyiapkan dukungan benih dan pendampingan teknis agar petani lebih mudah mengadopsi metode tersebut. Seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL) diminta menjadi ujung tombak pendampingan agar metode tersebut dapat diterapkan secara luas dan menghasilkan peningkatan produksi yang nyata.

"Seluruh PPL harus bergerak. Fokus kita di daerah irigasi terlebih dahulu. PM-AAS akan kita kawal bersama hingga 2029 agar benar-benar mampu meningkatkan produksi nasional," tegasnya.

Mentan Amran optimistis, peningkatan produktivitas melalui PM-AAS tidak hanya memperkuat swasembada pangan, tetapi juga menciptakan surplus produksi yang dapat mendukung ekspor di masa depan.

"Sekarang target kita bukan hanya swasembada. Swasembada harus dijaga secara berkelanjutan. Setelah itu kita berpikir bagaimana meningkatkan ekspor dan menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia sesuai arahan Bapak Presiden," pungkasnya.

Seebelumnya, dalam Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto menyatakan kekagumannya terhadap teknologi PM-AAS serta area Gelar Teknologi. Menurutnya, kemajuan teknologi yang berkembang di sektor pertanian menjadi modal kuat bagi Indonesia untuk mewujudkan cita-cita sebagai lumbung pangan dunia.

“Banyak sekali inovasi, teknologi baru, teknik-teknik baru yang dikembangkan oleh masyarakat pertanian dipimpin Menteri Pertanian. Hasilnya menurut saya sangat revolusioner,” ucap Presiden Prabowo.

Prev Next

- BSIP Kalimantan Selatan


Pencarian

Berita Terbaru

  • Thumb
    BRMP Kalsel Dukung Sinergi Pembangunan Pertanian Terpadu di Hulu Sungai Selatan
    31 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Dampingi Penyaluran 53,28 Ton Benih Padi Gogo untuk Petani di Hulu Sungai Tengah
    30 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    BRMP Kalsel Terima Kunjungan Pansus II DPRD Balangan, Bahas Pengembangan Kawasan Agropolitan
    29 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Perkuat Sinergi Teknologi, BRMP Kalsel dan BSPJI Banjarbaru Tandatangani Nota Kesepahaman  
    29 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan
  • Thumb
    Perkuat Ketahanan Pangan, BRMP Kalsel Audiensi dengan Danrem 101/Antasari  
    28 Okt 2026 - By BSIP Kalimantan Selatan

tags

PM-AAS

Kontak

(0511) 4772346, WA : +62 851-2404-8532
(0511) 4781810
[email protected]

Jl. Panglima Batur Barat No. 4 Banjarbaru
Kel. Mentaos, Kec. Banjarbaru Utara
Kota Banjarbaru - Kalimantan Selatan
Indonesia
70714

© 2026 - 2026 Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan. All Right Reserved